7 Penyebab Banjir di Jakarta

Banjir Kanal Timur, akan mengurangi banjir di Timur dan Utara Jakarta Banjir besar yang terjadi di Ibukota Jakarta ...

Sejarah Jakarta

Orang Portugis merupakan orang eropa pertama yang datang ke Jakarta. pada abad ke-16, Surawisesa raja Sunda meminta bantuan Portugis yang ..

Jakarta, Asian The Green City Index

Jakarta is ranked average overall in the Index. Indonesia's apital is the country's largest city, with a population 0f 9,2 million. With a GDP per person of US$ 7,600,

Wisata Ciliwung, sudah saatnya

Sungai Ciliwung pada abad VV - XVI merupakan sebuah sungai indah, berair jernih dan bersih, karena itu kapten kapal asing sering singgah untuk mengambil air segar untuk diisikan..

Ciliwung Bersih Bukan Sekedar Impian

Ciliwung yang Bersih dan Hijau mungkin bukan sekedar mimpi lagi, jika kondisi Ciliwung yang diambil pada 2 mei 2011 tetap bisa dipertahankan....

” Sudah saatnya Pemda DKI menindak tegas kepada siapa saja yang masih membuang sampah ke kali atau bantarannya.. dengan ketentuan Perda No. 5 / 1988 tentang Kebersihan Lingkungan Dalam Wilayah DKI Jakarta ; ” ---> STOP NYAMPAH DI KALI... tabe'...
Showing posts with label Jakarta News. Show all posts
Showing posts with label Jakarta News. Show all posts

Wednesday, June 10, 2015

PemProv DKI Jakarta Bekerja Sama Dengan Kodam Jaya Membersihkan Sungai Ciliwung

Setelah beberapa program yang telah dijalankan dalam rangka menangani sampah yang ada di Sungai Ciliwung belum memberikan hasil maksimal dalam mengantisipasi banjir yang kerap melanda Jakarta, akhirnya PemProv DKI Jakarta bekerja sama dengan Kodam Jaya untuk membersihkan sampah di sepanjang daerah aliran Sungai Ciliwung.

PemProv DKI Jakarta Bekerja Sama Dengan Kodam Jaya Membersihkan Sungai Ciliwung
Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, dengan pembersihan Sungai Ciliwung oleh Kodam Jaya yang memiliki kinerja bagus musibah banjir akan sedikit tertanggulangi. Sebab, aliran air sungai bisa lebih lancar.

"Tentara kan sudah biasa perang, kalau dikerjakan keroyokan hasil kerjanya bagus banget, rapi banget. Jadi kalau kayak film-film perang langsung dibagi kan, pleton ini tunggu ini, jalan ini dijaga, sama. Kita pengin keroyok Ciliwung," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (28/11/2014).

"Tentara itu kerjanya baik, mana yang harus dibuat langsung dikerjakan, tidak perlu diajarkan lagi. Kayak perang aja, tapi perang sampah sekarang. Bersihkan sampah, rapikan bantaran sungai. Kita siapkan dana hibah, mereka yang kerjakan," tutur Ahok.

Dana hibah yang akan diberikan PemProv DKI Jakarta sebesar Rp 100 miliar kepada  Kodam Jaya akan digunakan untuk Membersihkan Sungai Ciliwung dari sampah dan membangun sarana dan prasarana di dekat Kali Ciliwung seperti membuat dermaga, membeli perahu, dan pembuatan jogging track. 

"(Dana hibah) Kita tunggu APBD, kita mau mulai Desember, dikeluarkan dulu dananya dari SKPD yang lalu. Atau dana operasional saya, supaya bisa mulai Desember. Kan Januari mau ujan besar," tuturnya.

Sementara itu Kepala Staf Kodam (Kasdam) Jaya Brigadir Jendral TNI Teddy Lhaksmana menyambut baik kerjasama itu. Menurutnya lingkungan di Kali Ciliwung merupakan tanggung jawab dari Kodam Jaya.

"Ini sebagai kegiatan teritorial, karya bakti dan kepedulian kita pada lingkungan bersama pemda. Yang bisa diselaraskan, kita akan segera selaraskan," ungkapnya.
 
Setidaknya ada 1.155 personel akan diterjunkan dalam membersihkan sampah di sepanjang Kali Ciliwung. Selain itu, masyarakat juga akan dilibatkan dalam kerja membersihkan sampah itu sehingga total kekuatan sekitar 2.000 orang," tuturnya.

PemProv DKI Jakarta Bekerja Sama Dengan Kodam Jaya Membersihkan Sungai Ciliwung

Monday, May 30, 2011

Panduan Kegiatan Ekowisata

Banyak pihak yang terkait dengan kegiatan ekowisata, dan mereaka telah memberikan definisi tersendiri mengenai kegiatan tersebut. Oleh sebab itu terdapat beberapa pengertian mengenai ekowisata yang memiliki perbedaan. Perbedaan ini timbul karena latarbelakang dan kepentingan yang berbeda dalam menjalankan kegiatan ekowisata ini.

Para pakar lingkungan dan aktivis organisasi lingkungan memahami bahwa kegiatan ekowisata adalah sebagai sarana untuk melakukan konservasi lingkungan, lembaga donor internasional memandang sebagai alat untuk melakukan pembangunan yang berkelanjutan.

Sementara dari sisi pemerintahan, negara-negara berkembang berharap dengan ekowisata ini dapat mendatangkan turis mancanegara yang memiliki kepedulian terhadap isu-isu lingkungan, senada dengan hal ini para pelaku industri pariwisata melihat kegiatan ekowisata sebagai alat pemasaran untuk menarik pengunjung ke lokasi wisata mereka.
Berikut beberapa definisi kegiatan ekowisata :
Agar kegiatan ekowisata ini dapat berjalan dan mencapai tujuan utamanya serta untuk mengakomodasi kepentingan-kepentingan para pihak yang terlibat di dalamnya, telah diambi beberapa konsensus mengenai kaidah-kaidah untuk memberikan definisi dan panduan kegiatan ekowisata ini.
  • Kegiatan berlangsung di daerah alam bebas
  • Meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan alam
  • Mendukung perlindungan daerah alam setempat
  • Mempunyai manfaat bagi masyarakat setempat 
  • Menghormati budaya dan nilai-nilai masyarakat lokal
  • Ditujukan untuk meningkatkan kesadaran terhadap pelestarian lingkungan dan alam 
Mari berwisata, belajar dan peduli dengan lingkungan
untuk Kampanye Pemulihan 
kondisi Sungai Ciliwung melalui Ekowisata
Facebook Dukung sungai Ciliwung
 sebagai Kawasan Ekowisata


Dukung Sungai Ciliwung sebagai Kawasan Ekowisata

Sungai Ciliwung pada abad VV - XVI merupakan sebuah sungai indah, berair jernih dan bersih, karena itu kapten kapal asing sering singgah untuk mengambil air segar untuk diisikan ke botol dan guci mereka. Jean Baptisete Tavernier, sebagaimana dikutip Van Gorkom, mengatakan Ciliwung memiliki air yang paling baik dan paling bersih di dunia.

Ekowisata Ciliwung
untuk pemulihan  lingkungan
Dulu berkat sungai Ciliwung, kota Jakarta ( Batavia ) pernah mendapat julukan " Ratu dari Timur "..Banyak pendatang asing menyanjunh tinggi, bahkan menyamakannya dengan kota-kota ternama di Eropa, seperti Venesia di Italia.

Sekarang walaupun kwalitas air sungai Ciliwung tidak lagi menunjukan sisa-sisa masa keemasan itu, tetapi paling tidak beberapa lokasi di kawasan sungai Ciliwung masih memiliki panorama alam yang masih menyimpan jejak-jejak masa keemasannya.

Jeram-jeram kecil dan menengah dibagin hulu masih dapat kita rasakan sensasinya. Rerimbunan pepohonan di kawasan Lenteng agung  sampai denfan Condet, jejeak-jejak kejayaa pertanan Jakarta masih dapat kita temui.. Di kawasan yang dikelola oleh teman-teman komunitas, pohon belimbing, duku dan salak Condet serta pohon-pohon yang sudah langka sisa-sisa kejayaan pertanian Jakarta masih terus dipelihara dan dapat kita nikmati buahnya.

Namun sepenggal Ciliwung yang menyisakan jejak-jejak kejayaan tersebut seolah tenggelam  oleh   isu-isu penurunan kualitas lingkungan, terutama isu banjir dan sampah. Sepenggal Cilwung yang memberikan harapan itu seolah terabaikan oleh kegiatan-kegiatan pemecahan masalah lingkungan yang bersifat teknis, pembuatan sodetan sungai, normalisasi sungai, pembuatan resapan aliran permukaan dll.

Penyelesaian masalah lingkungan secara teknis memang dibutuhkan, tetapi hal tersebut perlu diselaraskan dan didukung dengan langkah non teknis. Sekarang saatnya pihak-pihak yang berkepentingan mempertimbangkan penyelesaian masalah Ciliwung dengan memperhatikan dan mengambil langkah-langkah untuk memelihara dan mengembangkan kawasan Ciliwung yang masih memiliki jejak-jejak kejayaan.

Halaman facebook ini dibuat untuk menghimpun dan menyebarluaskan  informasi kawasan sungai Ciliwung yang masih memiliki jejak kejayaan serta menggalang dukungan masyarakat agar para pemangku kepentingan terkait pengelolaan lingkungan dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengambil langkah-langkah dan kebijakan untuk :
  • Mengembangkan dan menetapkan kawasan sungai Ciliwung sebagai kawasan Ekowisata.
  • Mengembangkan dan menetapkan lahan yang dikelola oleh komunitas peduli sebagai lahan konservasi tanaman asli Jakarta dan laboratorium alam Ciliwung.
Dengan dukungan masyarakat untuk pengembangan kawasan Ekowisata Ciliwung kita berharap sungai Ciliwung dapat menjadi salah satu ikon yang bisa dibanggakan, serta upaya pemulihan kondisi Ciliwung kelak hasilnya dapat di nikmati oleh generasi mendatang.

klik disini untuk :
sebagai Kawasan Ekowisata 
Bantu Sebarkan..!
Terima kasih telah  memberikan dukungan atas upaya ini. 
Salam Peduli..keep care to share!
Tabe’

Saturday, May 28, 2011

Laju Kecepatan Kendaraan Tol Dalam Kota Meningkat

" Karena berdampak positif pada peningkatan kecepatan laju kendaraan di ruas tol dalam kota, kebijakan ini akan  kami lanjutkan, tegas Udar Pristono, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Jumat(20/5).
Pristono mnegatakan pihaknya bersama Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya akan tetap melaksanakan uji coba tahap kedua yang didasarkan pada kesepakatan yang telah diputuskan dalam rapat koordinasi dengan Deputi Kementerian Perekonomian yang dihadiri seluruh stakeholder yang terkait kebijakan tersebut.

Jakarta Bebas Macet-
 Laju Kendaraan Ruas Tol Dalam Kota Meningkat
Hasil evaluasi terhadapa uji coba pembatasan kendaraan berat di ruas tol dalam kota menunjukkan peningkatan laju kendaraan bermotor yang melintas ruas tol dalam kota,dari sebelumnya hanya 19,24 kilmeter per jam menigkat menjadi 34,53 kilometer per jam. Kondisi ini terjadi karena adanya perubahan pola lalu lintas kendaraan berat di dalam ruas tol dalam kota,.Selama uji coba berlangsung lalu lintas kendaraan berat di ruas tol dalam kota dialihkan pada malam hari.

Pristono menambahkan " Jika hal ini terus diterapkan, kondisi lalu lintas di ruas tol dalam kota akan semakin baik ". Akibatya arus lalu lintas di jalan arteri pun semakin baik. Serta berakibat pada kelancaran laju bus Transjakarta yang head-way semakin meningkat. " Ini terbukti dengan peningkatan penumpang bus Transjakarta menjadi 44 ribu orang per hari,: tandasnya.

Berdasarkan fakta inilah, kemudian Dinas Perhubungan ( Dishub ) DKI Jakarta dan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya memberlakukan uji coba untuk tahap kedua pembatasan waktu operasional kendaraan berat di ruas tol dalam kota dan pengalihan rute lalu lintsa kendaraan berat hingga 10 juni mendatang.

Monday, May 23, 2011

Komunitas Sepeda Tua Indonesia

Komunitas Sepeda Tua Indonesia ( KOSTI )
  • adalah Gabungan komunitas / perkumpulan hobi yang mengedepanlan identitas pelestarian sepeda tua yang bernilai klasik,historikal,kuno dan klasifikasi tertentu di Indonesia.
PRINSIP KOSTI :
  • Pengabdian kepada Tuhan Yang Maha Esa, Memajukan nilai-nilai kebangsaan, melestarika sepeda tua, menjaga nilai-nilai budaya dan pariwisata, menjunjung tinggi nilai kesadaran untuk hidup sehat dengan bersepeda tua, turut mengurangi polusi dan pemanasan global dengan bersepeda tua, menjunjung tinggi kebenaran dan kejujuran, menjaga, memelihara dan mencintai sepeda tua dam menegakkan keadilan, menjaga persatuan, menumbuhkan persaudaraan dan mencintai kebersamaan dengam nilai-nilai susila dan agama.
TUJUAN DAN FUNGSI
  • KOSTI bertujuan untuk memajukan anggota agar berperan aktif dalam mewujudkan masyarakat yang demokratis, terbuka dan berkeadilan menuju masyarakat mandiri yang melestarikan sepeda sebagai aset budaya, olah raga dan pariwisata serta aset sejarah bangsa yang harus dijaga.
  • KOSTI berfungsi sebagai : Respresentasi keberadaan Komunitas Sepeda Tua di Indonesia, dan wadah berhimpun bagi organisasi, komunitas atau klub perkumpulan sepeda tua dengan lintas suku, golongan, agama dan profesi.
KEANGGOTAAN
  • Anggota KOSTI terdiri dari : Organisasi, klub, komunitas atau perkumpulan sepeda tua yang telah memenuhi ketentuan tentang keanggotaan serta menyetujui Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga dapat diterima menjadi anggota KOSTI.
LINGKUP KEGIATAN
Untuk mencapai tujuannya, KOSTI melakukan lingkup kegiatan sebagai berikut:
  • 2.Bidang Budaya dan Pariwisata: menjadikan sepeda tua jadi asesoris dan asset kota dalam pelaksanaan kebudayaan dan pariwisata, berperan aktif dengan dunia tourism menjadikan sepeda tua sebagai transportasi pariwisata yang nyaman, aman, penuh nostalgia, tanpa polusi dan mencerminkan kesederhanaan kepada para turis mancanegara.
  • 3.Bidang Sosial : berkontribusi secara aktif dalam mewujudkan cita-cita "jalur sepeda", turut serta mengikuti dan menyelenggarakan segala bentuk kegiatan sosial yang berkaitan dengan kehidupan orang banyak sesuai dengan kemampuan dan fungsi yang ada demi meningkatkan harkat dan martabat bangsa.
Lambang Komunitas Sepeda Tua Indonesia
MAKNA LAMBANG

1 Arti Gambar adalah sebagai berikut :
  • a.Gambar Bulat roda sepeda berarti selalu bertumbuh dan berkembang dari waktu ke waktu.
  • b.Gambar Sayap mengembang berarti semangat kebersamaan yang berani, independent, progresifdan innovatif.
  • c.Tulisan KOSTI tegak lurus berarti semangat dengan tegak dan kuat menghadapi setiap tantangan yang menghadang.
2 Arti warna adalah sebagai berikut :
  • a. Warna putih sebagai dasar berarti suci dan ikhlas.
  • b. Warna biru digambar lingkaran roda berarti persaudaraan dimanapun dan kapanpun.
  • c. Warna merah ditulisan KOSTI berarti keberanian, semangat dan tekad membara.
Untuk Lebih Lengkap : kunjungi Website resmi KOSTI : http://kosti.or.id
Sumber : Website Resmi Komunitas Sepeda Tua Indonesia 

Lajur Khusus Sepeda di Jakarta Diresmikan

Lajur Khusus Sepeda di Jakarta Diresmikan
Setelah selama tiga tahun melihat perkembangan pengguna sepeda di Jakarta begitu luar biasa dan banyak komunitas sepeda yang berkembang, akhirnya Fauzi Bowo memenuhi janjinya untuk memfasilitasi pwmbuatan jalur khusus sepeda di Jakarta. Hari minggu, 22 mei 2011 di Taman Ayodya, Kebayoranbaru, Jakarta Selatan Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo meresmikan lajur sepeda sepanjang 1,4 kilometer yang terbentang dari Taman Ayodya hingga Melawai, Kebayoran Baru. Lajur yang diresmikan ini merupakan yang pertama di Kota Jakarta.

Jakarta Bicycle Track
Mengutip pernyataan Ketua Umum Komite Sepeda Indonesia ( KSI ), Syahrul Effendi, bahwa peresmian lajur sepeda ini sesuai dengan janji Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo yang diungkapkan tiga tahun yang lalu. " Pak Gubernur berjanji, jika sudah banyak jumlah pesepeda, beliau akan memfasilitasinya dengan pembuatan jalur sepeda, dan janji itu sudah dibuktikannya.

Pembangunan lajur sepeda ini dibuat berdasarkan Surat Keputusan (SK) Gubernur DKI Jakarta No 680 Tahun 2011 tentang Penetapan Lajur Sepeda dari Jl Mahakam (Taman Ayodya) – Jl Prapanca. Namun, pembangunannya dibagi dalam dua tahap yakni, Jl Mahakam (Taman Ayodya) – Jl Prapanca untuk tahap pertama dan Jl Iskandarsyah – Jl Prapanca untuk tahap kedua di mana pembangunannya akan dibuat setelah proyek pembangunan jalan layang non tol (JLNT) Antasari – Blok M rampung

Lajur sepeda ini akan diberi karpet hijau bergambar sepeda untuk memisahkan dengan pengguna jalan lainnya, selain itu juga akan dilengkapi dengan rambu-rambu lalu lintas dan marka jalan, seperti lajur khusus bus Transjakarta. Ke depan, dikatakan Fauzi Bowo, tidak hanya lajur sepeda saja, namun parkir khusus sepeda dan posko terpadu juga akan disediakan di sekitar Jl Mahakam. Posko terpadu berfungsi untuk menjaga agar lajur sepeda ini tidak digunakan oleh kendaraan lain, hal ini merupakan hasil kerjasama antara Polda Metro Jaya, Satpol PP dan Komite Sepeda Indonesia  (KSI) .

Dalam kesempatan tersebut Bang Fauzi juga mengimbau kepada pengguna jalan lain agar mematuhi rambu-rambu lalu lintas sehingga dapat tercipta tertib berlalulintas.   . "Bagi pengendara lain diimbau mempunyai toleransi kepada yang bersepeda. Saling mendukung bersinergi dalam berlalu lintas di ibu kota ini," pintanya.

Pihaknya juga akan mengembangkan di wilayah lain, seperti di sekitar Banjir Kanal Timur (BKT), "Tentunya tidak berhenti di sini saja, melihat komunitas sepeda makin berkembang, Jika ada yang pertama, pasti ada yang kedua, ketiga dan seterusnya," ungkap Bang Fauzi, sapaan akrab Fauzi Bowo.

Sekitar 5.000 pesepeda berbagai komunitas seperti, Goes To School dan Bike To Work, ikut memeriahkan dan melakukan ujicoba jalur sepeda pertama di Ibukota  ini . Turut hadir dalam peresmian lajur ini, Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina KSI, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DKI Jakarta, Fadjar Panjaitan, serta Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Royke Lumowa.

Saturday, May 21, 2011

Penutupan Jalan Rasuna Said

Penutupan Jalan Rasuna Said
Terkait pembangunan Jalan Layang Non Tol ( JLNT) Kampungmelayu-Tanahabang yang dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum ( PU) DKI Jakarta, sejumlah ruas jalan akan kembali ditutup.
Kali ini ruas jalan yang akan ditutup adalah sisi selatan Jl. Rasuna Said sepanjang  103 meter tepat disamping kedutaan Besar Malaysia. " Penutupan sisi selatan Jl. HR. Rasuna Said akan dilakukan mulai tanggal 21 mei hingga dua bulan ke depan", mengutip pernyataan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Pristono , pada kamis 19/5.

Untuk meminimalisir kemacetan serta mengantisipasi agar para pengguna jalan tidak terjebak kemacetan, para pengemudi pengemudi kendaraan dihimbau agar tetap mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan mengikuti petunjuk petugas di lapangan. " Kami mengharapkan para pengemudi kendaraan bermotor mematuhi setiap aturan rambu lalu lntas yang dipasang. dan kmai telah menyediakan jalan alternatif bagi pengendara bermotor, agar tidak terjebak kemacetan," paparnya.

Jalur Alternatif

Pihaknya, sambung Pristono, juga telah menyiapkan sejumlah jalur alternatif guna meminimalisir terjadinya kemacetan terkait adanya penutupan jalan ini.

Penutupan Jalan  Rasuna Said
Jalan alternatif yang disediakan untuk rute dari arah Selatan (Mampang/Pancoran) menuju arah barat (Jl Dr Satrio/Tanahabang), antara lain Jl Mampangprapatan - Jl HR Rasuna Said - Kedutaan Singapura/Polandia belok kiri - Jl Gilimanuk - Jl Gilimanuk belok kanan - Jl Denpasar Raya - Jl Prof Dr Satrio dan seterusnya.

Lalu, Jl Mampang Prapatan - Jl HR Rasuna Said - Kedutaan Singapura/Polandia belok kiri - Jl Gilimanuk - Jl Mega Kuningan - Lingkar Mega Kuningan - Menara Danamon belok kiri - Jl Prof Dr Satrio dan seterusnya.

Selanjutnya, Jl Mampang Prapatan - Jl HR Rasuna Said - Kedutaan Belanda belok kiri - Jl Denpasar Raya - Jl Prof Dr Satrio dan seterusnya. Lalu, Jl Mampang Prapatan - Jl HR Rasuna Said - Kedutaan Belanda belok kiri - Jl Mega Kuningan - Lingkar Mega Kuningan - Menara Danamon belok kiri - Jl Prof Dr Satrio dan seterusnya. Serta  Jl Mampang Prapatan - Jl HR Rasuna Said - Jl Denpasar Selatan - belok kanan - Jl Denpasar Raya - Jl Prof Dr Satrio dan seterusnya.

Para pengguna kendaraan bermotor juga dapat melalui Jl Mampangprapatan - Jl HR Rasuna Said - Jl Denpasar Selatan - belok kanan - Jl Denpasar Raya - belok kiri - Jl Mega Kuningan - Lingkaran Mega Kuningan - Menara Danamon belok kiri - Jl Prof Dr Satrio dan seterusnya.

Sedangkan jika hendak melintas dari arah Jl Prof Dr Satrio / Tanah Abang yang akan menuju arah Pancoran / Mampang dapat mengambil jalur Jl KH Mas Mansyur - Jl Prof Dr Satrio - lewat underpass Casablanca - berputar di Jl Casablanca - Jl HR Rasuna Said dan seterusnya.

Kemudian jika akan melintas dari arah Jl. Prof. Dr. Satrio (bagian utara) menuju Jl Prof Dr Satrio (bagian selatan) dapat melalui jalur Jl Mas Mansyur - Jl Prof Dr Satrio (bagian utara) - underpass Casablanca - putaran Jl Casablanca - underpass Casablanca - Jl Prof Dr Satrio (bagian selatan).
sumber : beritajakarta.com

Friday, May 20, 2011

Jakarta Kian Tertata Kian Dicinta

Jakarta Kian Tertata Kian Dicinta atau  JAKARTA KITA adalah tema perayaan HUT Jakarta tahun 2011, yang pada tanggal 22 juni mendatang genap berusia 484 tahun." Tidak ada kegiatan khusus", ungkap M Tauchid, Assisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup DKI Jakarta, hanya ada beberapa rangkaian kegiatan yang bersifat rutin yang diselenggarakan setiap tahun. Baik kegiatan yang diselenggarakan oleh Pemprov DKI Jakarta seperti pemilihan Abang None Jakarta dan Pekan Raya Jakarta atau oleh dunia usaha seperti Jakarta Great Sale yang diikuti oleh 68 pusat perbelanjaan.

Jakarta Kita
Jakarta Kian Tertata Kian Dicinta
Sesuai dengan makna tema perayaan HUT kali ini, rencananya warga ibu kota akan lebih dilibatkan secara aktif untuk kegiatan perbaikan lingkungan seperti penanaman pohon di lima wilayah kota administrasi. Kita ingin membangun semangat kekitaan bagi warga Jakarta, karena permasalahan di Ibukota ini bukan hanya urusan pemerintah saja.  Dengan begitu kita bisa bersama-sama membangun tali informasi. Sehingga masyarakat merasa memiliki kota ini dan bisa menjaganya dengan baik. Tanpa peran masyarakat, Jakarta tidak bisa bertambah baik di segala aspek.

“Intinya tahun ini kami lebih menyediakan banyak ruang untuk partisipasi masyarakat” lanjut beliau seperti dikutip dari wawancara khusus dengan beritajakarta.com, tahun ini kami akan sediakan spanduk besar di lokasi pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor ( HBKB) di Jalan Thamrin dan Jalan Sudirman. Masyarakat dapat menuliskan  segala hal tentang Jakarta di spanduk itu dan tulisan tersebut akan di posting ke twitter, sehingga semua warga bisa membacanya.

Tidak hanya itu, di beberapa lokasi yang masih dalam tahap pembahasan akan disediakan shoutout box, nantinya warga ibu kota bisa mengeluarkan unek-uneknya dan direkam. Sama seperti tulisan-tulisan di spanduk, rekaman itu juga akan di-upload ke youtube. Harapannya kami bisa menyediakan banyak box, agar aspirasi warga Jakarta juga tersalurkan

Rencananya, perayaan HUT Jakarta tahun ini akan dicanangkan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, di Perkampungan Budaya Betawi (PBB) Setu Babakan, Srengsengsawah, Jakarta Selatan. Yang kemudian akan diikuti oleh seluruh wilayah kota di Jakarta termasuk Kepulauan Seribu. sumber : beritajakarta.com

Semangat perayaan HUT  Ibukota, JAKARTA KITA, Jakarta Kian Tertata Kian Dicinta semoga bisa membawa semua elemen yang ada, masyarakat, pemerintah dan lainnya pada sebuah kerja sama untuk mewujudkan Jakarta the Green City.

Wednesday, May 18, 2011

Bang Idin :Pendekar Lingkungan dari Betawi

Band Idin "Haji Chaeruddin"
" Gue nggak bangga. Buat apa penghargaan? Mendingan bantuan pemerintah untuk lingkungan," ujar bapak dua anak ini, menyikapi berbagai penghargaan yang diberikan kepada dirinya dan Kelompok Tani Lingkungan Hidup ( KTLH) yang dipimpinnya. Ada Kalpataru, Penghargaan penyelamatan air dan lingkungan dari berbagai negara, sepeti Abu dhabi, Jerman, Belanda dll.

Bang Idin : Pendekat Lingkungan dari Betawi
Sosok yang sederhana yang selalu memgenakan pakaian khas betawi, lengkap dengan peci dan golok ini memang memiliki semangat yang luar biasa dalam usaha rehabilitasi dan konservasi lingkungan. Caci maki bahkan tudingan sebagai " Orang Gila" tidak membuatnya menyerah untuk terus berupaya mengembalikan kondisi Kali Pesanggrahan yang dipenuhi  sampah dan limbah masyarakat sehingga airnya berubah menjadi hitam kelam.

Bang Idin Pendekar Lingkungan dari Betawi
Dulu, diakhir tahun 1980, tanpa seorangpun yang membantu Bang Idin mulai berjuang membersihkan sampah dan limbah rumah tangga di bantaran. Kemudian dilanjutkan dengan menata dan menanami bantaran tersebut dengan pohon, bahkan Bang Idin pernah menyusuri kali pesanggrahan sampai ke hulunya untuk mencari tahu apa saja yang masih tersisa di sepanjang aliran kali. Pohon apa saja yang tak lagi tegak, satwa apa saja yang lenyap, ikan apa saja yang minggat, dan mata air mana saja yang alirannya tersumbat.

Kini berkat berkat kesabaran dan tekad kuat serta dukungan masyarakat dan  Kelompok Tani Lingkungan Hidup (KTLH) Sangga Buana yang dibentuknya tahun 1998, kawasan bantaran Kali Pesanggrahan telah berubah menjadi Area Hijau. Mereka berhasil menanam 40 ribuan pohon produktif di sepanjang bantaran kali seluas 40 hektar. Burung-burung yang dulunya pergi akhirnya kembali. Mata air yang dulu tertutup sampah, kembali hidup. Air kali Pesanggrahan kini sudah normal kembali. Ikan-ikan bisa hidup dan berkembang biak.

Penyelamatan alam itu harus punya nilai kehidupan,” tukas beliau. Rehabilitasi yang dulu dilakukan kini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitarnya. Masyarakat dapat hidup dari kegiatan bertani dan berternak, melinjo, kelapa dan durian yang ditanam sudah bisa dipanen, bahkan sebagian bantaran  dan air kali bisa digunakan untuk berternak kambing etawa dan pembibitan ikan.

Banyak hal yang bisa kita pelajari dan teladani dari seorang  Bang Idin "Pendekar Lingkungan dari Betawi" ini, tapi ada satu hal yang harus dipahami dan menjadi inspirasi kita semua ” Alam bukan warisan nenek moyang tapi titipan dari anak cucu”

Profile :
  • Sangga : Tiang yang berfungsi untuk menyangga atau menopang serta menunjang sesuatu benda yang ada di atasnya.
  • Buana : Bumi atau dunia yang di dalamnya terdapat udara, tumbuhan, air, manusia, satwa dan lain-lain yang harus di jaga dan di rawat serta di lestarikan.
  • Sekretariat : Jl. Taman Sari II Karang Tengah Lebak Bulus Jakarta Selatan telp. (021) 7581 9017 12440.
  • Kontak Sangga Buana : Jl. karang tengah raya. taman sari I/II, lebakbulus, cilandak, Jakarta selatan. 
  • Blog : http://ktlhsanggabuana.blogspot.com ,CP : Ario salaka,kontak: 0818687473,email: ario_salaka@yahoo.com




Tuesday, May 17, 2011

7 Penyebab Banjir dan Pola Penanganan Banjir di Jakarta

Pengalaman Pahit
Banjir Kanal Timur, akan mengurangi  banjir
di Timur dan Utara Jakarta 
Banjir besar yang terjadi di Ibukota Jakarta adalah pada tahun 2007. Pada saat itu pembangunan Banjir Kanal Timur belum selesai dan masih mengalami permasalahan pembebasan lahan. Banjir tahun 2007 menewaskan 57 orang, memaksa 422.300 orang mengungsi dan menyebabkan 1500 rumah rusak atau hanyut terbawa air. Total kerugian diperkirakan mencapai sekitar USD 695 juta atau sekitar TUJUH TRILYUN rupiah.
7 Peyebab Banjir di Jakarta :
1. 40% daratan lebih rendah dari permukaan air laut pasang surut
2. 13 sungai mengalir ke Jakarta
3. Terjadi penurunan tanah
4. Laut pasang meningkat akibat pemanasan global
5. Perubahan penggunaan lahan di hulu yang menyebabkan naiknya  kecepatan run-off air ke Jakarta
6. Kesadaran masyarakat masih rendah,terjadi penumpukan sampah baik di tanah maupun sungai
7. Penyempitan sungai karena digunakan sebagai tempat hunian / bangunan liar

7 Pola Penanganan Banjir
Pembangunan Tanggul Rob
di Cilincing dan Marunda,
Pantai Utara Jakarta
  • 1. Pembangunan kolam retensi
  • 2. Pengembangan sistem polder
  • 3. Pemakaian kembali dan pengembalian fungsi reservoir dan dam
  • 4. Pembangunan 4 kanal utama (kanal timur, kanal barat, cengkareng drain I dan II
  • 5. Pengerukan sungai dan waduk
  • 6. Pembagunan sistem polder di utara Jakarta dimana tanahnya lebih rendah dari permukaan air laut
  • 7. Pembangunan dinding penahan arus laut diantara pulau-pulau reklamasi sd kedalaman 8 meter
1. Normalisasi Sungai
2. Pemeliharaan Sungai di 14 lokasi
3. Antisipasi Pasang dan Pembuatan Tanggul
4. Penataan Kali dan Saluran
5. Pembangunan Pompa: Mengalirkan genangan Air ke Laut
6. Penataan dan Normalisasi Waduk dan Setu di Timur dan selatan Jakarta
7. Melakukan program pendidikan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat

Download Gratis E-book
" Mengapa Jakarta Banjir", klil disini

sumber : KEBIJAKAN LINGKUNGAN HIDUP DI DKI JAKARTA 
 oleh :Saptastri Ediningtyas Kusumadewi dan buku " Mengapa Jakarta Banjir"



Pembatasan Lalu lintas Untuk Kelancaran Sea Games 2011

Penerapan pembatasan kendaraan akan dilakukan oleh Dinas Perhubungan DKI Jakarta dan Polda Metro Jaya dalam mendukung penyelenggaraan Sea Games yang akan digelar di Jakarta dan Palembang pada 11-25 Novenber 2011 mendatang. Pengaturan lalu lintas di Jakarta akan mengalami beberapa perubahan, salah satunya dengan pembatasan kendaraan bermotor pada jalur-jalur yang akan dilintasi kontingen Sea Games.

Perlu dilakukan pengaturan khusus arus lalu lintas di Jakarta selama pelaksanaan Sea Games agar tidak macet,” ujar Udar Pristono, Kepala Dinas Perhubungan DKI, mengutip dari InfoJakarta, Sabtu (14/5). “Dengan pengaturan ini para atlet baik dari kontingen Indonesia maupun kontingen negara lain dapat lancar menuju tempat pertandingan dan tempat penginapan.

Detail mekanisme pengaturan khusus arus lalu lintas jalan sedang dibahas Ditlantas Polda Metro Jaya dan Dishub  DKI Jakarta, Pristono menambahkan. Sementara ini mekanisme pengaturan yang diusulkan yaitu pembatasan perlintasan jalan,filterisasi jalan untuk angkutan umum atau kendaraan pribadi, serta penerapan nomor polisi kendaraan pribadi ganjil dan genap.

Pengaturan khusus arus lalu lintas seperti hal ini bukanlah yang pertama kali karena sebelumnya Dinas Perhubungan DKI dan Polda Metro Jaya juga berhasil menerapkan pembatasan operasional truk di jalan tol saat KTT ASEAN 5-9 Mei lalu.
Sumber : InfoJakarta

Under Pass JLNT Antasari-Blok M diopeasikan Desember 2010

" Desember nanti underpass sudah bisa dioperasikan, walaupun jalan layangnya belum selesai" mengutip pernyataan Kepala Bidang Jembatan, Dinas Pekerjaan Umum ( PU ) DKI Jakarta, Noveizal, di kantor Dinas PU DKI Jakarta, Jalan Taman Jati Baru, Jakarta Pusat, pada hari kamis 12 mei 2010.

Under Pass Mabes Polri : Proyek Jalan Layang Non Tol Antasari-Blok M
Pembangunan underpass sepanjang 600 meter di sekitar Mabes Polri yang menghubungkan Jl. Hasanudin dengan Jl. Patimura, merupakan bagian dari mega proyek, Jalan Layang Non Tol ( JLNT) Antasari-Blok M yang dilaksanakan oleh Pemprov DKI Jakarta.Proyek pembangunan fasilitas ini ditujukan untuk meminimalisir kemacetan yang sering terjadi, khususnya di sekitar Blok M, Jakarta Selatan.

Akan terjadi penyempitan di jalan Isandarsyah, untuk memperlancar pengerjaan pembangunan underpass ini, dijelaskan Novrizal. Jika sebelum di ruas jalan ini terdapat tiga jalur, saat pengerjaan underpass hanya dua jalur saja yang bisa dilalui kendaraan, tetapi hal itu tidak akan menganggu arus lalu lintas di sekitar lokasi, ujar Novrizal.

Untuk memastikan pembangunan underpass berjalan sesuai prosedur dan selesai tepat pada waktunya,  Novrizal mengatakan telah meninjau langsung ke lapangan. Peninjauan dilakukan dengan mengikutsertakan Kepala Bidang Tata Air, Dinas PU DKI Jakarta, Tarjuki, karena pembangunan underpass tidak lepas dari masalah genangan air.

Ia pun berharap pembangunan underpass ini tidak menghadapi kendala, karena antisipasi masalah genangan sudah dibahas sejak awal

Dikutip dari:  InfoJakarta

Monday, May 16, 2011

Macet dan Pertambahan Kendaraan di Jakarta

Permasalah kemacetan di Jakarta terjadi karena rasio pertambahan pengguna kendaraan dengan pertambahan luas jalan yang tidak berimbang,


Jumlah Kendaraan JAKARTA : +- 6,7 juta unit :
  • Kendaraan Pribadi ; 6,6 juta kendaraan ( 98%)
  • Kendaraan Umum ; 91,082 kendaraan  ( 2% )
  • Laju Pertambahan kendaraan ; 8,1% per tahun ( rata-rata dalam rentang 2004-2009 )
  • 186 mobil dan 986 motor PER HARI
JADETABEK : +- 10,5 juta unit, Laju Pertambahan : 259 mobil dan 2061 motor PER HARI
JARINGAN JALAN
  • Panjang : 7650 km 
  • Ruas Jalan 40,1 km2 (6.2% dari total luas DKI Jakarta)
  • Laju Pertambahan  Jalan :  ± 0.01% per tahun
Tahun 2014 Jakarta akan Macet Total karena Jumlah kendaraan (Panjang) =  Luas Ruas Jalan →
Permasalahan Kemacetan : Jakarta Macet Total 2014

Kebijakan yang diambil dan dijalankan Pemprov DKI Jakarta tidak dapat berjalan dengan baik dalam mengatasi permasalahan kemacetan jika berbagai elemen yang ada tidak dapat bekerjasama dan bersinergi. Kebijakan yang telah dan sedang dipersiapkan Pemprov DKI Jakarta antara lain :

1. Pembangunan Transportasi Publik
  • Bus Rapid Transit 
  • Peningkatan Kereta Api Jabodetabek
  • Mass Rapid Transit
  • Ligth Rail  Transit
2. Pembatasan Lalu Lintas
  • oPembatasan penggunaan kendaraan bermotor
  • oPemakaian jalan berbayar / ERP (menunggu keluarnya peraturan)
  • oPembatasan areal parkir
  • oFasilitas untuk kendaraan umum, untuk  mendukung transportasi publik (Terminal Ragunan, Kali Deres, Kp. Rambutan)
Namun untuk mengalihkan para pengguna kendaran pribadi ke moda angkutan publik, PemProv DKI Jakarta harus dapat menjamin ketersediaan dan kwalitas pelayanan Angkutan Publik.
 sumber : Vivanews.com,
Saptastri Ediningtyas Kusumadewi ( Kebijakan Lingkungan Hidup di DKI Jakarta )


 

10 Permasalahan Strategis di DKI Jakarta

Permasalahan Kemacetan di Jakarta
Menurut Saptastri Ediningtyas Kusumadewi, dalam sebuah pemaparan Kebijakan Lingkungan Hidup di DKI Jakarta ( Green Business : kasus di DKI Jakarta ), permasalahan / Isu Strategis di DKI Jakarta  secara umum dapat di klasifikasikan dalam 10 permasalahan / isu  utama ;

  1. Kemacetan lalu lintas
  2. Tata air dan Pengendalian banjir
  3. Ruang Terbuka Hijau (RTH)
  4. Gejala Perubahan Iklim
  5. Peningkatan Konsumsi Energi
  6. Perubahan Perekonomian dan Keuangan Dunia
  7. Tekanan Kependudukan dan Permasalahn Sosial
  8. Keterbatasan Penyediaan Air Bersih, Limbah dan Sampah
  9. Kesiapan Mitigasi Bencana
  10. Keterbatasan Pendanaan Pembangunan
Permasalahan Banjir di Jakarta

Bersama Mengelola Sampah

Dinas Kebersihan juga gencar melakukan sosialisasi perihah tanggung jawab pengelolaan sampah tidak hanya pada pundak pemerintah. Namun juga menjadi tanggung jawab masyarakat,produsen dan pengelola kawasan" Sosialisasi sepanjang tahun 2010 telah dilakukan melalui media cetak, radio, dan televisi dengan pola talk shoe, dan dialog interaktif".

Pelatihan-pelatihan dan penyuluhan pelatihan Tenaga Fasilitator Lapangan ( TFL ) atau kader kebersihan juga giat dilakukan pemerintah. Ini untuk menambah jumlah anggota masyarakat sebagai fasilitator kebersihan untuk program 3R dan bank sampah yang masih terbatas.

Pemerintah juga akan memberi insentif kepada pihak swasta/investor agar iklim investasi untuk pengembangan pasar produk komoditi daur ulang sampah sampah dapat dikembangkan dengan baik. Tahun 2011 dalam satu kecamatan direncanakan memiliki satu orang fasilitator, selanjutnya akan dikembangkan sampai ke tingkat kelurahan, RT, dan RW.

Dinas Kebersihan DKI Jakarta juga giat menggelar lomba dan pameran kebersihan, lomba lingkungan bersih dan sehat bekerja sama dengan PKK, mengadakan pameran bidang kebersihan, pembinaan kebersihan kepada sekolah (UKS), dan menggalakkan kelurahan binaan.
Peningkatan peran serta korporasi dalam pengelolaan sampah juga telah digalakkan Dinas Kebersihan melalui sosialisasi program EPR (Extended Producen Responsibility). Namun, diakui Eko, belum tersedianya regulasi (PP maupun Perda) turunan UU No 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Kebersihan menghambat penyusunan Regulasi EPR di DKI Jakarta.

Padahal, UU 18 Tahun 2008 mengamanatkan setiap produsen mencantumkan label yang berhubungan dengan pengurangan dan penanganan sampah pada kemasan produknya dan berkewajiban mengelola kemasan dan atau barang yang diproduksinya yang tidak dapat atau sulit terurai oleh proses alam. “Belum adanya aturan turunan UU 18 Tahun 2008 menghambat penegakan hukumnya,” kata dia.
Sepanjang tahun ini, Pemprov DKI Jakarta juga gencar melakukan kampanye peningkatan penggunaan kantong dan kemasan plastik ramah lingkungan. “Volume penggunaan plastik yang tidak ramah lingkungan (tidak mudah hancur) masih sangat tinggi. Kampanye publik tentang penggunaan plastik ramah lingkungan masih sangat kurang,” kata Eko mengakui.

Untuk mendukung penggunaan plastik ramah lingkungan, bertepatan dengan HUT Kota Jakarta, Pemprov DKI Jakarta dan Indonesia Solid Waste Asosiation (Inswa) telah memberikan penghargaan kepada perusahaan retail maupun produsen yang telah menggunakan plastik ramah lingkungan.
sumber :Jakartaproject.net-beritajakarta

Pengurangan Sampah di Sumber ( 3 R )

Selain melakukan pengangkutan dan pengolahan sampah, Dinas Kebersihan DKI Jakarta juga memiliki tugas poko dan fungsi ( tupoksi ) untuk mengurangi timbulan sampah warga ibukota, sejak dari sumber sampah. Sat ini , terdapat 94 titik 3R ( reduse,reusu,recycle) yang tersebar di lima wilayah kota.

Melalui aktivitas ini dapat direduksi sampah sebanyak 752 meter kubik per hari ( setara dengan 167,11 ton per hari atau sekitar 3 persen dari timbulan samaph ). namun diakui berdasarkan hasil kajian oleh konsultan disimpulkan, pelaksanaan 3R di ibukota belum optimal. Hal ini lantaran peran serta masyarakat dan produsen sampah masih kurang." Untuk meningkatkan pengurangan sampah di sumber melalui aktivitas 3R, maka ke depan kami akan membangun sentra 3R di lima wilayah kota administratif", Tambah Eko Bharuna.
Dalam waktu dekat, masih kata Eko, akan dibuat percontohan sentra 3R di kawasan Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Sentra akan dibangun di atas lahan milik Pemprov DKI Jakarta seluas 2,6 hektar. Selain itu, di salah satu sentra 3R akan dibangun juga pengolahan sampah dengan kapasitas sekitar 250 ton per hari menggunakan teknologi Integrated Dry Anaerobic Digestion and Composting yang dikerjasamakan dengan investor. “Perlu percontohan untuk pengurangan sampah di lokasi yang dikelola oleh pengembang, terutama di lahan fasos-fasumnya. Tahun 2011 akan dibuat percontohan pada kawasan PIK (Pantai Indah Kapuk) bekerja sama dengan Investor dan Yayasan Budha Tsu Chi,” terang Eko.      
Konsep Bank Sampah juga akan diterapkan di Jakarta. Bank sampah akan memotivasi masyarakat untuk memilah sampah sejak dari sumber.  “Pemerintah akan memberi insentif kepada setiap orang yang melakukan pemilahan sampah yang dapat didaur ulang,” katanya.

Penanganan Sampah

Dinas Kebersihan DKI Jakarta juga bertanggung jawab melakukan penanganan sampah. Selain dilakukan  secara swakelola oleh DInas Kebersihan dan Suku-suku Dinas Kebersihan di lima Kotamadya, Dinas juga melibatkan pihak swasta atau lebih dikenal sebagai swastanisasi kebersihan.

Jumlah total pelayanan swakelola  mencapai 1791,55 ton perhari ( 35,5% dari total pengelolaan sampah Jakarta ). Pelaksanaan swakelola ini, ke depan akan terus dikurangi. Alasannyapun cukup rasional, dari 840 kendaraan angkutan milik Pemprov DKI Jkarta, sekitar 40% sudah tidak laik jalan dan akan dihapus dari inventaris aset daerah.. Selain itu, menyangkut pula dengan keterbatasan personel yang dimiliki. 50% PNS Dinas Kebersihan pensiun pada akhir tahun 2014.



Dinas Kebersihan, kata eko, tidak menganggarkan pengadaan angkutan sampah baru secara masif, hal ini juga menjadi alasan pemerintah melakukan kerja sama trasportasi sampah dengan pihak lain melalui sistem outsourcing. “Atas pertimbangan efisiensi anggaran maka biaya investasi, operasional, dan pemeliharaan kendaraan  angkut sampah  secara  swakelola  kami kurangi porsinya. Dinas akan meningkatkan outsourcing pengangkutan sampah. Ke depan, peran Dinas Kebersihan hanya sebagai regulator,” tegasnya.


Berdasarkan data Dinas Kebersihan, diketahui pelibatan pihak swasta dalam penyediaan Jasa Pelayanan Kebersihan di 27 kelurahan yang tersebar di lima wilayah kota dengan total volume sampah 1512,32 ton per hari (29,97 persen dari total pengelolaan sampah Jakarta). Sementara, pihak ketiga yang bekerja sama dengan Dinas Kebersihan untuk menyediakan Jasa Pelayanan Angkutan Sampah sebayak 1742,68 ton per hari (34,53 persen dari total pengelolaan sampah Jakarta).

Muara Akhir Sampah

Setiap harinya lebih dari 6.000 ton sampah terkumpul di Jakarta. Semuanya bermuara untuk diolah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu ( TPST) Bantargebang atau ke Pusat DAur Ulang dan Komposting (PDUK) Cakung. Baik secara langsung atau melalui pemadatan terlebih dahulu di Stasiun Peralihan (SPA) SUnter. Pemadatan dilakuka untuk mengurangi ritasi truk sampah sehingga proses pengangkutan sampah tidak menambha kemacaetan di jalan. Rata-rata sampah dari tujuh truk dapat dipadatkan kedalam satu kontainer di SPA ini.

Sejak dua tahun belakangan, TPST Bantargebang dikelola oleh pihak ketiga , PT Godang Tua Jaya (GTJ) joint operation PT Navigat Organik Energi Indonesia (NOEI).  Kontrak pengelolaan ini berlangsung selama 15 tahun. Di Bantargebang telah diterapkan teknologi Gassification Landfill Anaerobic Digestion (GALFAD untuk menghasilkan listrik dari gas metan sampah. Produksi energi listrik dari Pembangkit Sampah tenaga Sampah (PLTSa) Bantargebang sampai akhir tahun ini telah mencapai 4 MW dari target 26 MW pada tahun 2023.

Namun, Dinas Kebersihan DKI Jakarta mengakui, diperlukan waktu untuk menstabilkan pasokan gas metan. Sehingga target produksi listrik dapat terpenuhi. Begitupun dibutuhkan waktu untuk mengimpor mesin pembangkit yang sampai saat ini belum dapat dibuat di dalam negeri.

Di Bantargebang juga telah dibangun pabrik kompos dari sampah organik. Tahun ini kemampuan produksinya telah mencapai 60 ton per hari. Produksi kompos tahun 2013 ditargetkan sebesar 300 ton per hari dari sampah yang berasal dari pasar- pasar tradisional di Jakarta. Diketahui, pasar-pasar tradisional di ibu kota per hari menghasilkan 1.000 ton sampah per hari. Tidak didapati kendala berarti dalam mengejar target produksi kompos ini. Hanya saja, proses pembangunan hangar dan pengadaan mesin-mesin komposting yang modern masih dibutuhkan waktu.

Pengelolaan TPST Bantargebang juga memberdayakan pemulung. Terutama dalam pemilahan sampah layak daur ulang. Pada tahun 2013 di Bantargebang direncanakan pembangunan industri biji plastik daur ulang.
Selain TPST Bantargebang yang terletak di Kota Bekasi, Dinas Kebersihan DKI Jakarta juga bekerja sama dengan PT Wira Gulfindo Sarana (WGS) yang mengolah sampah di dalam kota. Yaitu, di PDUK Cakung. Instalasi yang beroperasi sejak 2007 ini menerapkan teknologi Ball Press, Komposting, dan SPA (Stasiun Peralihan Antara/Press Sampah).

Ke depan, teknologi PDUK akan ditingkatkan menjadi Intermediate Treatment Facility (ITF) atau TPST dalam kota dengan teknologi tinggi (zero waste), tepat guna, dan ramah lingkungan. Sebanyak 1.300 ton sampah tiap hari akan diolah menjadi listrik berdaya 15 MW dan 50 ton per hari kompos berkualitaas tinggi. Pelelangan ITF Cakung akan dilaksanakan pada awal tahun 2011, dan direncanakan ITF Cakung akan beroperasi secara penuh awal tahun 2012.

Seperti halnya PDUK Cakung, SPA Sunter juga direncanakan untuk dikembangkan menjadi ITF berkonsep zero waste dan ramah lingkungan. Pengembangananya melalui pola kerja sama dengan pihak ketiga, sehingga tidak terlampau membebani keuangan daerah. “Pembangunan ITF tentu dilaksanakan setelah dilakukan kajian teknologi, finansial, dan AMDAL,” ujar Eko Bharuna, Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta.
Pemprov DKI Jakarta juga berkeinginan memiliki TPST di sisi Barat yaitu di Ciangir Kabupaten Tanggerang. Hal ini  untuk melengkapi masterplan pengelolaan sampah ibu kota. TPST Ciangir akan melengkapi TPST Bantargebang di sisi timur dan ITF-ITF di dalam kota.

Namun, proses pembangunannya menghadapi sejumlah kendala. MoU antara kedua pemerintah daerah, DKI Jakarta dan Kabupaten Tanggerang, berakhir 28 Agustus 2010. Saat ini, sedang dilakukan proses negosiasi alternatif teknologi dan pembiayaan.

Wednesday, May 11, 2011

Hari Bebas Kendaraan Bermotor 8 Mei Diundur menjadi 15 Mei 2011

Hari Bebas Kendaraan Bermotor 8 Mei Diundur menjadi 15 Mei 2011

Sehubugan dengan jadwal HBKB hari minggu kedua tanggal 8 mei 2011 bertepatan dengan pelaksanaan KTT ASEAN Summit pada tanggal 7-8 Mei 2011 di Jakarta, maka pelaksanaan HBKB hari minggu kedua akan diundur dan akan dilaksanakan pada tanggal 15 Mei 2011. Dengan adanya perubahan jadwal tersebut, diharapkan masyarakat akan mengantisipasinya.


Hari Bebas Kendaraan Bermotor merupakan amanat Peraturan Daerah No. 2 Tahun 2005 tentang Pengendalian Pencemaran Udara, dengan tujuan terjadinya pemulihan kualitas udara sehingga ekosistem yang ada memiliki kesempatan untuk melakukan pemulihan ( recovery) serta tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan beralih menggunakan angkutan umum atau angkutan ramah lingkungan seperti sepeda. HBKB Jl. Sudirman – Jl. Thamrin dilaksanakan dengan penutupan jalan mulai patung Arjuna Jl. Thamrin sampai patung Pemuda Jl. Sudirman mulai pukul 06.00 s.d. 12.00 WIB.

Berdasarkan penelitian Clean Aair Initiative (CAI)-Asia 2010, dilakukan penilaian kualitas udara kota (Clean Air Score Card) pada kota-kota di Asia dengan penilaian berdasarkan indeks polusi udara dan kesehatan, indeks kapasitas manajemen udara bersih, indeks kebijakan dan implementasi udara bersih. Dari penilaian ketiga indeks tersebut, untuk kota Jakarta termasuk pada kategori “Good” . Sumber : BPLHD DKI Jakarta

Tuesday, May 10, 2011

Jakarta, Asian The Green City Index

Kota Jakarta mendapatkan peringkat terbaik dalam kategori Energi dan Karbon, terutama dalam rendahnya tingkat emisi karbon dan tingkat pemakaian energy.
Jakarta best scores, Asian the Green City Index 2011
Jakarta is ranked average overall in the Index. Indonesia's apital is the country's largest city, with a population 0f 9,2 million. With a GDP per person of US$ 7,600, it is the richest city in Indonesia, but is still among the lower income cities in the Index.
Jakarta scores best in the energy and CO2 category, mainly for its low levels of CO2 emissions and energy consumption. The city has shown leadership by pledging to reduce carbon emission by 30% by 2020, going beyond the national target.

Hasil yang membanggakan mengingat hasil didapat bukan merupakan kerja satu pihak. Beberapa tahun belakang,di jalan-jalan utama kota Jakarta marak diadakan Hari Bebas Kendaraan Bermotor. 

Kegiatan ini mulai di lakukan di sepanjang jalan Sudirman dan Thamrin, sampai saat ini kegiatan tersebut rutin diadakan dua kali dalam satu bulan, masyarakat kota sangat antusias mendukung kegiatan ini, mereka menjadikan kegiatan tersebut sebagai sebuah Gaya Hidup Baru di Kota Metropolitan in. Bersepeda, Jogging atau Jalan Santai  bersama-sama di sepanjang jalan Sudirman - Thamrin.