7 Penyebab Banjir di Jakarta

Banjir Kanal Timur, akan mengurangi banjir di Timur dan Utara Jakarta Banjir besar yang terjadi di Ibukota Jakarta ...

Sejarah Jakarta

Orang Portugis merupakan orang eropa pertama yang datang ke Jakarta. pada abad ke-16, Surawisesa raja Sunda meminta bantuan Portugis yang ..

Jakarta, Asian The Green City Index

Jakarta is ranked average overall in the Index. Indonesia's apital is the country's largest city, with a population 0f 9,2 million. With a GDP per person of US$ 7,600,

Wisata Ciliwung, sudah saatnya

Sungai Ciliwung pada abad VV - XVI merupakan sebuah sungai indah, berair jernih dan bersih, karena itu kapten kapal asing sering singgah untuk mengambil air segar untuk diisikan..

Ciliwung Bersih Bukan Sekedar Impian

Ciliwung yang Bersih dan Hijau mungkin bukan sekedar mimpi lagi, jika kondisi Ciliwung yang diambil pada 2 mei 2011 tetap bisa dipertahankan....

” Sudah saatnya Pemda DKI menindak tegas kepada siapa saja yang masih membuang sampah ke kali atau bantarannya.. dengan ketentuan Perda No. 5 / 1988 tentang Kebersihan Lingkungan Dalam Wilayah DKI Jakarta ; ” ---> STOP NYAMPAH DI KALI... tabe'...
Showing posts with label Sang Pejuang. Show all posts
Showing posts with label Sang Pejuang. Show all posts

Wednesday, May 18, 2011

Bang Idin :Pendekar Lingkungan dari Betawi

Band Idin "Haji Chaeruddin"
" Gue nggak bangga. Buat apa penghargaan? Mendingan bantuan pemerintah untuk lingkungan," ujar bapak dua anak ini, menyikapi berbagai penghargaan yang diberikan kepada dirinya dan Kelompok Tani Lingkungan Hidup ( KTLH) yang dipimpinnya. Ada Kalpataru, Penghargaan penyelamatan air dan lingkungan dari berbagai negara, sepeti Abu dhabi, Jerman, Belanda dll.

Bang Idin : Pendekat Lingkungan dari Betawi
Sosok yang sederhana yang selalu memgenakan pakaian khas betawi, lengkap dengan peci dan golok ini memang memiliki semangat yang luar biasa dalam usaha rehabilitasi dan konservasi lingkungan. Caci maki bahkan tudingan sebagai " Orang Gila" tidak membuatnya menyerah untuk terus berupaya mengembalikan kondisi Kali Pesanggrahan yang dipenuhi  sampah dan limbah masyarakat sehingga airnya berubah menjadi hitam kelam.

Bang Idin Pendekar Lingkungan dari Betawi
Dulu, diakhir tahun 1980, tanpa seorangpun yang membantu Bang Idin mulai berjuang membersihkan sampah dan limbah rumah tangga di bantaran. Kemudian dilanjutkan dengan menata dan menanami bantaran tersebut dengan pohon, bahkan Bang Idin pernah menyusuri kali pesanggrahan sampai ke hulunya untuk mencari tahu apa saja yang masih tersisa di sepanjang aliran kali. Pohon apa saja yang tak lagi tegak, satwa apa saja yang lenyap, ikan apa saja yang minggat, dan mata air mana saja yang alirannya tersumbat.

Kini berkat berkat kesabaran dan tekad kuat serta dukungan masyarakat dan  Kelompok Tani Lingkungan Hidup (KTLH) Sangga Buana yang dibentuknya tahun 1998, kawasan bantaran Kali Pesanggrahan telah berubah menjadi Area Hijau. Mereka berhasil menanam 40 ribuan pohon produktif di sepanjang bantaran kali seluas 40 hektar. Burung-burung yang dulunya pergi akhirnya kembali. Mata air yang dulu tertutup sampah, kembali hidup. Air kali Pesanggrahan kini sudah normal kembali. Ikan-ikan bisa hidup dan berkembang biak.

Penyelamatan alam itu harus punya nilai kehidupan,” tukas beliau. Rehabilitasi yang dulu dilakukan kini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitarnya. Masyarakat dapat hidup dari kegiatan bertani dan berternak, melinjo, kelapa dan durian yang ditanam sudah bisa dipanen, bahkan sebagian bantaran  dan air kali bisa digunakan untuk berternak kambing etawa dan pembibitan ikan.

Banyak hal yang bisa kita pelajari dan teladani dari seorang  Bang Idin "Pendekar Lingkungan dari Betawi" ini, tapi ada satu hal yang harus dipahami dan menjadi inspirasi kita semua ” Alam bukan warisan nenek moyang tapi titipan dari anak cucu”

Profile :
  • Sangga : Tiang yang berfungsi untuk menyangga atau menopang serta menunjang sesuatu benda yang ada di atasnya.
  • Buana : Bumi atau dunia yang di dalamnya terdapat udara, tumbuhan, air, manusia, satwa dan lain-lain yang harus di jaga dan di rawat serta di lestarikan.
  • Sekretariat : Jl. Taman Sari II Karang Tengah Lebak Bulus Jakarta Selatan telp. (021) 7581 9017 12440.
  • Kontak Sangga Buana : Jl. karang tengah raya. taman sari I/II, lebakbulus, cilandak, Jakarta selatan. 
  • Blog : http://ktlhsanggabuana.blogspot.com ,CP : Ario salaka,kontak: 0818687473,email: ario_salaka@yahoo.com




Saturday, May 7, 2011

Bang Ali Sadikin

Lahir di Sumedang Jawa Barat pada 7 juli 1927, Ali Sadikin adalah seorang letnan jenderal KKO_AL ( Korp Komando Angkatan laut ) yang ditunjuk oleh Persiden Soekarno menjadi Gubernur Jakarta pada tahun 1966.
Sang Pejuang : dari laut membangun daratan
Sebelumnya ia pernah menjabat Deputi Kepala Staf Angkatan laut, Menteri Perhubungan Laut kabinet kerja, Menteri Koordinator Kompartmen Maritim / Menteri Perhubungan Laut Kabinet Dwikora dan kabinet Dwikora yang disempurnakan di bawah pimpinan Presiden Soekarno.

Sifat kepemimpinannya  yang merakyat serta pengabdiannya untuk jakarta yang begitu besar, Ali Sadikin mendapatkan penghormatan dari penduduk kota Jakarta dengan panggilan Bang Ali sementara istrinya, Ny.nani Sadikin, seorang dokter gigi, disapa dengan Mpok Nani.


Ali Sadikin adalah gubernur yang sangat berjasa dalam mengembangkan Jakarta menjadi sebuah kota metropolitan yang modern. Di bawah kepemimpinannya Jakarta mengalami banyak perubahan karena proyek-proyek pembangunan buah pikiran Bang Ali, seperti Taman Ismail Marzuki, Kebun Binatang Ragunan, Proyek Senen, Taman Impian Jaya Ancol, Taman Ria Monas, Taman Ria Remaja, kota satelit Pluit di Jakarta Utara, pelestarian budaya Betawi di kawasan Condet, dll.

Bang Ali juga mencetuskan pesta rakyat setiap tahun pada hari jadi kota Jakarta, 22 Juni. Bersamaan dengan itu berbagai aspek budaya Betawi dihidupkan kembali, seperti kerak telor, ondel-ondel, lenong dan topeng Betawi, dsb.

Ia juga sempat memberikan perhatian kepada kehidupan para artis lanjut usia di kota Jakarta yang saat itu banyak bermukim di daerah Tangki, sehingga daerah tersebut dinamaiTangkiwood.

Sang Pejuang : Semangat tiada henti
Selain itu, Bang Ali juga menyelenggarakan Pekan Raya Jakarta yang saat itu lebih dikenal dengan nama Jakarta Fair, sebagai sarana hiburan dan promosi dagang industri barang dan jasa dari seluruh tanah air, bahkan juga dari luar negeri. Ali Sadikin berhasil memperbaiki sarana transportasi di Jakarta dengan mendatangkan banyak bus kota dan menata trayeknya, serta membangun halte (tempat menunggu) bus yang nyaman.
Di bawah pimpinan Bang Ali, Jakarta berkali-kali menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) yang mengantarkan kontingen DKI Jakarta menjadi juara umum selama berkali-kali.

Salah satu kebijakan Bang Ali yang kontroversial adalah mengembangkan hiburan malam dengan berbagai klab malam, mengizinkan diselenggarakannya perjudian di kota Jakarta dengan memungut pajaknya untuk pembangunan kota, serta membangun kompleks Kramat Tunggak sebagai lokalisasi pelacuran.
Di bawah kepemimpinannya pula diselenggarakan pemilihan Abang dan None Jakarta.
Masa jabatan Ali Sadikin berakhir pada tahun 1977, dan ia digantikan oleh Letjen. Tjokropranolo.

________________________________________
Gubernur DKI Jakarta Masa jabatan 1966–1977
Pendahulu Soemarno.  Pengganti Tjokropranolo
________________________________________
Lahir 7 Juli 1927  Sumedang, Jawa Barat,
Meninggal 20 Mei 2008 (umur 80)  Singapura
Istri Nani Sadikin
________________________________________