7 Penyebab Banjir di Jakarta

Banjir Kanal Timur, akan mengurangi banjir di Timur dan Utara Jakarta Banjir besar yang terjadi di Ibukota Jakarta ...

Sejarah Jakarta

Orang Portugis merupakan orang eropa pertama yang datang ke Jakarta. pada abad ke-16, Surawisesa raja Sunda meminta bantuan Portugis yang ..

Jakarta, Asian The Green City Index

Jakarta is ranked average overall in the Index. Indonesia's apital is the country's largest city, with a population 0f 9,2 million. With a GDP per person of US$ 7,600,

Wisata Ciliwung, sudah saatnya

Sungai Ciliwung pada abad VV - XVI merupakan sebuah sungai indah, berair jernih dan bersih, karena itu kapten kapal asing sering singgah untuk mengambil air segar untuk diisikan..

Ciliwung Bersih Bukan Sekedar Impian

Ciliwung yang Bersih dan Hijau mungkin bukan sekedar mimpi lagi, jika kondisi Ciliwung yang diambil pada 2 mei 2011 tetap bisa dipertahankan....

” Sudah saatnya Pemda DKI menindak tegas kepada siapa saja yang masih membuang sampah ke kali atau bantarannya.. dengan ketentuan Perda No. 5 / 1988 tentang Kebersihan Lingkungan Dalam Wilayah DKI Jakarta ; ” ---> STOP NYAMPAH DI KALI... tabe'...
Showing posts with label Sunda Kelapa. Show all posts
Showing posts with label Sunda Kelapa. Show all posts

Wednesday, May 11, 2011

Sejarah Jakarta : Sunda Kelapa (397–1527)

Jakarta pertma kali dikenal sebagai salah satu pelabuhan Kerajaan Sunda yang bernama Sunda Kelapa, yang terletak di muara Sungai Ciliwung. Ibukota Kerajaan Sunda yang dikenal sebagai Dayeuh Pajajaran atau Pajajaran (sekarang Bogor ) dapat di tempuh dari pelabuhan Sunda Kelapa selama dua hari perjalanan. Menurut sumber Portugis, Sunda Kelapa merupakan salah satu pelabuhan yang dimiliki Kerajaan Sunda selain pelabuhan Banten, Pontang,Cigede,Tamgara dan Cimanuk.

Sunda Kelapa dalam teks ini disebut Kalapa dianggap pelabuhan terpenting karena dapat ditempuh dari ibukota kerajaan  dalam waktu dua hari.
Kerajaan Sunda sendiri merupakan kelanjutan dari KerajaanTarumanagara pada abad ke-5 sehingga pelabuhan ini diperkirakan telah ada sejak abad ke-5 yang diperkirakan merupakan ibukota Tarumanagara yang disebut Sundapura.

Pada abad ke-12, pelabuhan ini dikenal sebagai pelabuhan lada yang sibuk. Kapal-kapal asing yang berasal dari Tiongkok, Jepang, India Selatan, dan Timur Tengah sudah berlabuh di pelabuhan ini membawa barang-barang seperti porselen, kopi, sutra, kain, wangi-wangian, kuda, anggur, dan zat warna untuk ditukar dengan rempah-rempah yang menjadi komoditas dagang saat itu. ( sumber : Wikipedia Indonesia )